Foto : VA Paulo, dokumentasi
SOLO, SUARASOLO.id – The Flyover, band Punk Alternative remaja yang menjadi representasi Generasi Z dan Alpha sukses meluncurkan single perdana “Bodo Amat”. Momentum ini dirayakan dengan semangat kolaborasi kekuatan punk lintas generasi yang digelar di Studio Lokananta, Kota Solo Sabtu, 6 Desember 2025.
Lokananta sengaja dipilih sebagai simbol pertemuan sejarah dan masa depan. Sebagai titik nol musik Indonesia, Lokananta menjadi saksi bagaimana tiga generasi dapat saling menguatkan (empowering).
Diawali dengan hearing session bersama personil The Flyover di Lokananta Record Store, The Flyover menyapa pecinta musik di Kota Solo dengan Semangat Muda Nyali Baja, Musik Liar Membara. Jeepy, vokalis The Flyover mengatakan bahwa mereka membawa energi yang mentah, jujur, dan berani. ‘Bodo Amat’ adalah cara mereka bilang untuk fokus pada tujuan tanpa pusing dengan nyinyiran orang.

“Musik kami, liar, membara dan bernyali baja buat nge-deliver karya-karya sendiri,” kata Jeepy.
Jeepy mengungkapkan memilih nama The Flyover, karena ingin terbang tinggi, namun tetap menunduk seperti ilmu padi, menghormati satu sama lain.
Single “Bodo Amat” adalah seruan lantang tentang resiliensi. Di tengah gempuran era digital dan tekanan sosial yang dialami remaja masa kini, lagu ini hadir sebagai anthem untuk berani menjadi diri sendiri dan fokus melangkah maju.
Peluncuran single Bodo Amat ini, diperkuat dengan keterlibatan koreografer ternama Solo, Boby Ari Setiawan dengan Kolaborasi artistik topeng khusus untuk “Aargh Bodo Amat”. Boby Ari Setiawan pada tahun 2025, dipercaya sebagai koreografer dan Instruktur Olah Tubuh Karakter Zombie di Film Abadi Nan Jaya Sutradara Kimo Stamboel, koreografer film Janur Ireng Sutradara Kimo Stamboel. Dan di Bulan Desember, Boby kembali berkolaborasi dengan Leine Roebana Dance Company sebagai penari di Belanda dengan mementaskan karya tari kontemporer “ FARE WELL FUTURE Welcome world “ tour Eropa 2026.
Boby menciptakan lima topeng khusus yang disesuaikan dengan karakter unik dan interpretasi setiap personil The Flyover terhadap sikap “Bodo Amat” yang positif.
“Topeng-topeng ini akan menjadi medium visual untuk memvisualisasikan bagaimana Generasi Z dan Alpha menghadapi kebisingan dunia,” terang Boby.

Boby tampil dalam performing art di sesi pembuka, menggunakan topeng khusus yang ia ciptakan sambil terus mendengarkan lagu Bodo Amat tanpa henti, memberikan dimensi seni pertunjukan yang mendalam dan kontemplatif pada semangat punk yang liar. Kolaborasi ini menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang menyatukan semangat menguatkan, dari mereka yang merintis di tahun 2000-an hingga mereka yang baru lahir di era digital.
Penampilan Perdana Lagu “Bodo Amat” dengan kolaborasi artistik dari Boby Ari Setiawan menghangatkan studio Lokananta malam itu. Dengan mengusung tema “Kolaborasi Punk Lintas Generasi”, The Flyover tidak tampil sendirian. Mereka menggandeng para pendahulu di skena musik Solo untuk berbagi panggung: veteran melodic punk Nothing Special (Gen X) dan unit proto-punk enerjik Malu2x (Gen Y/Millennials).

Nothing Special kembali dari masa vakum bukan hanya untuk bernostalgia, tapi untuk memberikan validasi dan dukungan penuh bahwa api punk rock di Solo masih menyala terang. Sementara Malu2x hadir menjembatani era dengan lirik-lirik realitas sosial yang tajam, membuktikan konsistensi mereka sebagai penjaga skena yang solid. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa semangat bermusik dan kreativitas di Solo tidak pernah tua, hanya terus bertumbuh semakin liar.

Penampilan Nothing Special dan Malu2x semakin memanaskan studio Lokananta dengan beberapa lagu yang dibawakan. Dan dilanjutkan penampilan The Flyover membawakan lagu-lagu mereka, diantaranya Intro, Bek – Bek, Baru Baru Lagi, Tak Seperti Janji, Aku Bosan, Api Di Diri Kita dan ditutup dengan lagu Bodo Amat.
Tentang The Flyover
The Flyover adalah band PunkREWL (Resilient – Empowered – Well of fortitude – Liberation) asal Solo beranggotakan Jeepy (Vokal), Pannayo (Bas), Tian (Gitar), Fatehq (Gitar), dan Evan (Drum). Lahir dari Generasi Z dan Alpha, mereka menyalurkan semangat rebel ke dalam tema Youth Empowerment. Selain “Bodo Amat”, mereka tengah mempersiapkan EP di tahun 2026 mendatang dengan materi seperti “Bek Bek” dan “Tak Seperti Janji”.

Muda Nyali Baja, Musik Liar Membara: The Flyover adalah band Punk-Alternative termuda di skena musik Solo dengan kualitas penampilan setara band senior. The Flyover berpotensi menjadi elemen headline yang unik di line-up manapun. Keberanian mereka untuk membawakan lagu-lagu mereka sendiri patut diacungi jempol di usia mereka yang belia.
Pesan Rebel namun Positif : The Flyover menyalurkan semangat rebel khas Punk ke dalam tema Youth Empowerment & Resilience. Musik mereka adalah anthem optimisme di tengah dinamika kehidupan yang keras bagi remaja, seperti tersirat dari lagu-lagu mereka “BODO AMAT” Anthem bersikap tegas untuk fokus melangkah maju dan tidak terpengaruh negative vibes. “BEK BEK” Seruan untuk berprinsip, tidak mengandalkan “bekingan”. “BARU BARU LAGI” sebuah ajakan untuk selalu siap menghadapi perubahan dan peluang baru. Atau “TAK SEPERTI JANJI” lagu yang selow tapi sarat dengan kejujuran menyuarakan pahitnya kecewa, namun mendorong untuk belajar dari setiap kegagalan.
Dengan rata-rata usia 15 tahun, The Flyover membawa energi yang mentah, jujur dan berani, dipadukan pesan lirik yang positif dan konstruktif. The Flyover adalah investasi pada masa depan musik dan representasi autentik remaja di tengah gempuran pada generasinya.
VA PAULO /*

